Tips Money Management: 2% Rule dan Risk-Reward Ratio

Selamat datang di dunia trading yang penuh peluang! Banyak orang berpikir bahwa kesuksesan hanya tentang mencari profit besar. Namun, kenyataannya lebih dari itu.

Kunci sebenarnya terletak pada bagaimana Anda melindungi modal Anda. Disiplin dalam mengatur dana adalah fondasi utama untuk bertahan dalam jangka panjang.

Artikel ini akan membahas dua konsep penting yang saling melengkapi. Kombinasi keduanya dapat secara signifikan meningkatkan performa Anda di pasar.

Baik Anda pemula maupun sudah berpengalaman, panduan praktis ini akan membantu membuat keputusan lebih percaya diri. Materi ini berlaku untuk berbagai instrumen seperti forex, saham, dan crypto.

Yang paling menarik, dengan pendekatan yang tepat, Anda tetap bisa profit meskipun win rate tidak selalu tinggi. Mari kita eksplorasi bersama!

Poin Penting

  • Pengelolaan dana adalah kunci sukses jangka panjang dalam trading
  • Kombinasi dua strategi utama dapat meningkatkan performa trading
  • Disiplin merupakan faktor terpenting dalam menerapkan prinsip ini
  • Panduan ini cocok untuk trader pemula maupun yang sudah berpengalaman
  • Trading yang sukses bukan hanya tentang profit tapi juga mengelola risiko
  • Strategi ini berlaku untuk berbagai jenis trading termasuk forex dan crypto
  • Simulasi praktis akan dibahas pada section berikutnya

Pendahuluan: Mengapa Money Management Penting untuk Trader?

Bisnis trading memiliki potensi keuntungan menarik. Namun, setiap peluang selalu disertai dengan kemungkinan kerugian.

Pasar finansial bersifat dinamis dan tidak pasti. Tidak ada yang bisa memprediksi pergerakan harga dengan akurat 100%.

strategi risk management trading

Banyak pemula terjebak fokus hanya pada profit. Mereka lupa bahwa melindungi modal adalah prioritas utama.

Tanpa pengendalian yang tepat, kerugian kecil bisa menjadi besar. Ini sering terjadi karena emosi dan kurangnya persiapan.

Risk management membantu mengontrol exposure setiap transaksi. Dengan begitu, kerugian tidak akan menghabiskan akun trading Anda.

Berikut adalah tiga teknik dasar dalam pengendalian risiko:

Teknik Fungsi Manfaat
Cut Loss Membatasi kerugian pada level tertentu Mencegah kerugian berlanjut
Switching Memindahkan posisi ke instrumen lain Mengurangi risiko terkonsentrasi
Averaging Menambah posisi pada level berbeda Menurunkan rata-rata entry

Disiplin dalam menerapkan strategi ini sangat menentukan. Konsistensi akan membentuk kebiasaan trading yang sehat.

Psikologi trader juga terpengaruh oleh pengelolaan dana. Ketika risiko terkendali, keputusan trading menjadi lebih rasional.

Artikel ini akan membahas teknik-teknik efektif untuk mengoptimalkan performa. Dengan pendekatan yang tepat, peluang profit bisa dimaksimalkan.

Ingatlah: sukses di market bukan tentang selalu benar. Tapi tentang bagaimana bertahan ketika prediksi salah.

Apa Itu Risk-Reward Ratio (RRR) dalam Trading?

Memahami hubungan antara potensi kerugian dan keuntungan sangat penting. Konsep ini membantu trader membuat keputusan lebih terukur.

Setiap transaksi memiliki dua sisi: kemungkinan rugi dan peluang cuan. Menyeimbangkan kedua aspek ini adalah kunci kesuksesan.

risk reward ratio trading

Definisi dan Konsep Dasar

Risk-reward ratio adalah perbandingan antara jumlah yang dipertaruhkan dengan target profit. Angka ini menunjukkan seberapa layak suatu peluang trading.

Semakin tinggi rasio reward dibanding risk, semakin baik peluangnya. Trader profesional selalu mencari setup dengan perbandingan menguntungkan.

Konsep dasarnya sederhana: risiko kecil untuk profit besar. Pendekatan ini memungkinkan akun tumbuh secara konsisten.

Contoh Sederhana Perhitungan

Mari kita lihat contoh praktis. Jika Anda berisiko Rp100.000 untuk target profit Rp300.000, rasio menjadi 1:3.

Artinya, potensi keuntungan tiga kali lipat dari kerugian. Dengan setup seperti ini, Anda hanya perlu win rate 34% untuk break even.

Berikut tabel perbandingan berbagai skenario trading:

Risk (Rupiah) Reward (Rupiah) Ratio Win Rate Minimum
100.000 200.000 1:2 34%
100.000 300.000 1:3 25%
100.000 400.000 1:4 20%
100.000 500.000 1:5 17%

Rumus menghitungnya sangat mudah: Potential Loss / Potential Gain. Hasilnya menunjukkan berapa kali profit lebih besar dari risk.

Analoginya seperti berinvestasi: risiko kecil dengan return besar. Prinsip ini berlaku di semua jenis market.

Pemahaman tentang rasio ini adalah langkah pertama menuju trading terukur. Dengan tools sederhana ini, keputusan menjadi lebih objektif.

Mengapa Risk-Reward Ratio yang Ideal Sangat Krusial?

Memiliki rencana yang jelas sebelum masuk pasar adalah pembeda utama antara trader sukses dan yang gagal. Rasio ini menjadi kompas dalam mengambil keputusan.

Tanpa pedoman yang terukur, aktivitas trading bisa berubah menjadi judi. Emosi akan mengambil alih dan logika sering diabaikan.

Pentingnya perbandingan ini tidak bisa diremehkan. Mari kita eksplor lebih dalam konsekuensi dan manfaatnya.

Dampak Negatif Trading Tanpa RRR yang Jelas

Banyak trader pemula merasa puas ketika sering profit kecil. Namun tanpa disadari, satu kerugian besar bisa menghapus semua keuntungan.

Contoh nyata: seorang trader menarget profit Rp50.000 tapi risiko rugi Rp200.000. Meski menang 4 kali, satu kekalahan membuatnya balik modal.

Psikologi trading menjadi tidak stabil. Kekhawatiran dan ketakutan mengambil alih ketika posisi sedang rugi.

Portofolio menjadi tidak terkendali. Fluktuasi nilai aset terlalu ekstrem dan sulit diprediksi.

Manfaat Menerapkan RRR yang Terukur

Dengan rasio yang tepat, trader bisa tetap profit meski win rate rendah. Sistem ini memberikan perlindungan psikologis yang kuat.

Tekanan mental berkurang drastis karena setiap transaksi memiliki batasan jelas. Keputusan menjadi lebih rasional dan terencana.

Portofolio tumbuh secara konsisten tanpa fluktuasi berlebihan. Risiko besar dapat dihindari dengan disiplin menerapkan rasio.

Parameter Tanpa RRR Dengan RRR 1:3
Win Rate 60% 40%
Total Transaksi 20 20
Profit/Rugi Bersih -Rp200.000 +Rp400.000
Stabilitas Emosi Rendah Tinggi
Konsistensi Portfolio Tidak Terjamin Terjaga

Rasio ideal berfungsi sebagai safety net yang melindungi dana Anda. Perlindungan ini membuat trading menjadi lebih sustainable dalam jangka panjang.

Probabilitas sukses meningkat signifikan ketika menggunakan pendekatan terstruktur. Modal akan tumbuh secara perlahan namun pasti.

Ingat: tujuan utama bukan mencari cuan besar cepat. Tapi membangun sistem yang bisa bertahan dalam berbagai kondisi pasar.

Panduan Langkah demi Langkah Menentukan Risk-Reward Ratio Ideal

Menemukan perbandingan yang tepat antara risiko dan reward bukanlah tebakan. Ini adalah proses sistematis yang membutuhkan analisis mendalam.

Setiap strategi trading memiliki karakteristik unik. Memahami keunikan ini membantu menentukan setup terbaik untuk portofolio Anda.

Langkah 1: Sesuaikan dengan Win Rate Strategi Trading Anda

Win rate menunjukkan seberapa sering strategi Anda menghasilkan profit. Angka ini menjadi dasar menentukan perbandingan ideal.

Semakin tinggi rasio reward, semakin rendah win rate yang dibutuhkan. Ini adalah hubungan matematis yang penting dipahami.

Berikut tabel referensi win rate minimum untuk berbagai skenario:

Rasio Win Rate Minimum Keterangan
1:1 >50% Cocok untuk strategi konservatif
1:1.5 >33% Balance antara risk dan reward
1:2 >40% Optimal untuk banyak strategi
1:3 >25% Ideal untuk swing trading

Analisis performa historis strategi Anda. Hitung win rate aktual selama periode tertentu.

Dengan data ini, Anda bisa memilih rasio yang sesuai. Tujuannya adalah mencapai konsistensi dalam jangka panjang.

Langkah 2: Analisis Kelayakan RRR Melalui Chart dan Price Action

Technical analysis membantu menentukan level stop loss dan take profit yang realistis. Jangan hanya mengandalkan angka arbitrer.

Gunakan support dan resistance sebagai acuan utama. Level-level ini memberikan konteks untuk menempatkan order.

Perhatikan volatilitas instrumen yang Anda trade. Stop loss terlalu ketat sering tersentuh karena noise pasar.

Berikan ruang cukup untuk pergerakan normal harga. Ini mencegah exit premature dari posisi yang sebenarnya valid.

Price action memberikan sinyal entry dan exit yang jelas. Pola candlestick dan formasi chart menjadi panduan visual.

Contoh praktis: jika resistance kuat di atas 200 pip, take profit 300 pip mungkin tidak realistis. Sesuaikan target dengan kondisi market.

Langkah 3: Pertimbangkan Gaya Trading dan Kenyamanan Psikologis

Setiap trader memiliki preferensi dan toleransi risiko berbeda. Pilih rasio yang sesuai dengan kepribadian Anda.

Scalper biasanya bekerja dengan time frame pendek. Rasio 1:1.5 hingga 1:2 sering menjadi pilihan ideal.

Swing trader bisa menarget rasio lebih tinggi seperti 1:3 atau 1:4. Time frame lebih panjang memungkinkan target lebih besar.

Position trading bahkan bisa mencapai 1:5 atau lebih. Tergantung pada horizon investasi yang dipilih.

Kenyamanan psikologis sangat menentukan disiplin trading. Jika rasio terlalu tinggi, Anda mungkin sering menutup posisi premature.

Sebaliknya, rasio terlalu rendah membutuhkan win rate tinggi. Ini bisa menimbulkan stres berlebihan.

Pilih setup yang membuat Anda nyamil dan konsisten. Konsistensi lebih penting daripada rasio sempurna.

Test berbagai rasio dalam demo account sebelum implementasi. Temukan kombinasi terbaik untuk gaya trading Anda.

Money Management: 2% Rule dan Risk-Reward Ratio

Membangun fondasi yang kuat dalam aktivitas finansial membutuhkan pendekatan terstruktur. Dua konsep ini bekerja sama menciptakan perlindungan optimal untuk portofolio Anda.

Kombinasi keduanya membentuk sistem yang mampu bertahan dalam berbagai kondisi pasar. Mari kita eksplorasi bagaimana menerapkannya secara praktis.

Memahami Prinsip Dasar Aturan 2% dalam Trading

Prinsip ini membatasi eksposur maksimal setiap transaksi hanya 2% dari total dana. Dengan modal $10,000, berarti Anda hanya boleh risiko $200 per posisi.

Perhitungannya sederhana namun sangat powerful. Berikut contoh untuk berbagai ukuran portofolio:

Total Modal Risiko Maksimal per Trade Contoh Posisi
Rp 50 juta Rp 1 juta Saham blue chip
Rp 100 juta Rp 2 juta Forex pair major
Rp 200 juta Rp 4 juta Crypto assets

Aturan ini melindungi dari kerugian beruntun. Meskipun mengalami 5 loss berturut-turut, dana hanya berkurang kurang dari 10%.

Psikologi trading menjadi lebih stabil karena batasan jelas. Tidak ada kekhawatiran berlebihan saat posisi sedang rugi.

Kunci Sukses: Mengintegrasikan RRR dengan Pembatasan Risiko

Kombinasi kedua konsep ini menciptakan sinergi luar biasa. Rasio menentukan kualitas setup, sementara aturan 2% mengontrol eksposur.

Berikut cara mengintegrasikan keduanya:

  • Selalu hitung risk-reward ratio sebelum entry
  • Gunakan minimal 1:1.5 untuk setiap transaksi
  • Terapkan position sizing berdasarkan stop loss
  • Fokus pada kualitas setup bukan kuantitas trading
  • Hindari entry jika rasio tidak memenuhi kriteria

Sistem ini bekerja optimal di berbagai kondisi market. Baik trending maupun sideways, prinsipnya tetap applicable.

Contoh skenario: dengan modal Rp100 juta dan risk 2%, maksimal rugi Rp2 juta. Jika RRR 1:3, target profit menjadi Rp6 juta.

Position sizing menjadi kunci penghubung antara kedua konsep. Hitung lot atau jumlah saham berdasarkan jarak stop loss.

Dengan pendekatan terintegrasi, portfolio tumbuh secara konsisten. Emosi terkendali dan keputusan menjadi lebih objektif.

Konsistensi adalah kunci utama kesuksesan. Disiplin menerapkan sistem ini akan membawa hasil jangka panjang.

Simulasi Praktis: Bagaimana Kombinasi RRR dan 2% Rule Bekerja

Mari kita lihat langsung contoh nyata dalam dunia perdagangan. Teori menjadi lebih jelas ketika diimplementasikan dengan angka riil.

Simulasi ini menunjukkan kekuatan pendekatan terstruktur. Anda akan melihat bagaimana sistem bekerja meski dalam kondisi tidak ideal.

Contoh Perhitungan Modal, Risk per Trade, dan Potensi Profit

Bayangkan Anda memiliki dana sebesar Rp10.000.000. Dengan prinsip 2%, maksimal kerugian per transaksi adalah Rp200.000.

Namun untuk konservatif, kita gunakan Rp100.000 per trade. Ini berarti hanya 1% dari total modal.

Dengan rasio 1:3, setiap profit membawa Rp300.000. Mari hitung 10 transaksi dengan hasil 4 menang dan 6 kalah.

Jenis Transaksi Jumlah Nilai per Trade Total
Profit 4 Rp300.000 Rp1.200.000
Loss 6 Rp100.000 Rp600.000
Hasil Bersih Rp600.000 profit

Meski lebih banyak loss, akhirnya tetap untung. Ini magic dari kombinasi kedua konsep tersebut.

Penting untuk menetapkan stop loss yang jelas sebelum entry. Tanpa batasan kerugian, perhitungan menjadi tidak akurat.

Analisis Skenario: Profit Meski Win Rate di Bawah 50%

Banyak trader berpikir harus menang terus untuk profit. Kenyataannya, dengan risk management tepat, win rate 40% sudah cukup.

Probabilitas keberhasilan menjadi lebih terukur. Sistem ini seperti mesin yang bekerja berdasarkan matematika sederhana.

“Trading yang sukses bukan tentang selalu benar, tapi tentang mengelola kerugian dengan bijak”

Berikut break even point untuk berbagai kombinasi:

Rasio Win Rate Minimum Keterangan
1:1 50% Break even
1:2 33% Sudah profit
1:3 25% Sangat menguntungkan
1:4 20% Optimal

Dengan rasio 1:3, hanya perlu menang 25% dari transaksi. Ini membuka peluang lebih besar untuk sukses.

Tanpa pendekatan ini, trader sering terjebak emotional trading. Mereka menutup profit terlalu cepat dan membiarkan loss terus membesar.

Kombinasi kedua prinsip ini mengubah segalanya. Portfolio tumbuh konsisten meski market berfluktuasi.

Teknik Position Sizing: Menghitung Lot yang Tepat berdasarkan Risk Management

Menentukan ukuran posisi yang tepat adalah langkah krusial dalam aktivitas perdagangan. Teknik ini memastikan eksposur risiko tetap terkendali sesuai rencana.

Dengan pendekatan sistematis, Anda bisa memaksimalkan peluang tanpa membahayakan portofolio. Setiap transaksi menjadi lebih terukur dan profesional.

Rumus Sederhana untuk Menentukan Jumlah Lot per Transaksi

Perhitungan dasar sangat mudah dipahami. Gunakan rumus: Risiko dalam Dollar / (Stop Loss dalam Pips × Nilai per Pip).

Contoh praktis dengan modal $10,000. Risiko 5% berarti $500, stop loss 50 pips, nilai per pip $1.

Perhitungan: $500 / (50 × $1) = 10 lot mini. Risiko tetap $500 berapapun jarak stop loss-nya.

Berikut tabel referensi untuk berbagai kondisi:

Modal Risiko Stop Loss Lot Size
$5,000 $250 30 pips 8.3 lot
$10,000 $500 50 pips 10 lot
$20,000 $1,000 70 pips 14.3 lot

Studi Kasus: Penerapan Position Sizing dengan Stop Loss 50 Pips

Mari analisis kasus nyata dalam perdagangan valas. Asumsikan kita trading pair EUR/USD dengan akun standar.

Nilai per pip untuk 1 lot standar adalah $10. Dengan stop loss 50 pips, risiko per lot menjadi $500.

Jika modal $10,000 dan risiko 2% ($200), maka lot size = $200 / $500 = 0.4 lot. Ini menjaga konsistensi exposure.

Teknik ini berlaku untuk semua instrumen. Saham, crypto, atau komoditas – prinsipnya sama.

Penting untuk menyesuaikan dengan volatilitas pasar. Market yang lebih fluktuatif membutuhkan stop loss lebih longgar.

Dengan disiplin menerapkan position sizing, trading menjadi lebih terprediksi. Portofolio tumbuh secara konsisten tanpa kejutan negatif.

Menyesuaikan Strategi dengan Gaya Trading: Scalping, Swing, hingga Position Trading

Setiap pelaku pasar memiliki pendekatan unik dalam beraktivitas. Memilih metode yang tepat sangat menentukan performa jangka panjang.

Perbedaan gaya ini membutuhkan penyesuaian parameter teknis. Rasio ideal harus disesuaikan dengan karakteristik masing-masing pendekatan.

Time frame trading menjadi faktor kunci dalam menentukan setup. Semakin panjang waktu hold, semakin besar ruang untuk profit.

Volatilitas pasar juga mempengaruhi pilihan strategi. Instrumen dengan fluktuasi tinggi membutuhkan pendekatan khusus.

RRR Ideal untuk Scalper dan Intraday Trader

Pelaku pasar harian bekerja dengan time frame sangat pendek. Target profit biasanya kecil namun frekuensi transaksi tinggi.

Rasio 1:1.5 hingga 1:2 sering menjadi pilihan terbaik. Setup ini memungkinkan profit konsisten meski dengan pergerakan terbatas.

Win rate yang tinggi menjadi syarat utama kesuksesan. Minimal 60% untuk mencapai performa optimal.

Stop loss ketat diperlukan untuk membatasi exposure. Biasanya antara 5-15 pips tergantung volatilitas.

Contoh praktis: entry di level support dengan target 15 pips. Stop loss ditempatkan 10 pips di bawah entry.

RRR Optimal untuk Swing dan Position Trader

Trader jangka menengah memegang posisi beberapa hari hingga minggu. Mereka memiliki ruang lebih luas untuk pergerakan harga.

Rasio 1:3 hingga 1:4 sangat recommended untuk pendekatan ini. Target profit besar dengan risiko terkendali.

Win rate bisa lebih rendah namun tetap profitabel. Cukup 35-40% untuk menghasilkan keuntungan konsisten.

Stop loss lebih longgar memberikan ruang bernapas untuk posisi. Biasanya 50-100 pips tergantung instrumen.

Contoh konkret: buy di trend bullish dengan target 300 pips. Stop loss 75 pips di bawah entry point.

Pemilihan rasio harus mempertimbangkan kepribadian dan toleransi risiko. Konsistensi dalam penerapan lebih penting daripada angka sempurna.

Test berbagai setup dalam akun demo sebelum implementasi. Temukan kombinasi yang paling nyaman untuk gaya Anda.

Kesalahan Umum dalam Money Management dan Cara Menghindarinya

Banyak pelaku pasar mengalami kesulitan dalam menjaga konsistensi performa. Seringkali masalahnya bukan pada strategi trading, tapi pada cara mengendalikan dana.

Kesalahan kecil yang terus berulang bisa berdampak besar pada portofolio. Mari kita identifikasi pola-pola umum yang perlu diwaspadai.

Melanggar Aturan 2% dan Terjebak Overtrading

Pelanggaran batasan exposure sering terjadi saat emosi mengambil alih. Trader mungkin meningkatkan ukuran posisi setelah mengalami kerugian.

Contoh nyata: modal Rp100 juta dengan aturan 2% berarti risiko maksimal Rp2 juta per trade. Namun setelah tiga loss berturut-turut, seseorang mungkin mengambil risiko Rp5 juta untuk mengejar kerugian.

Ini adalah kesalahan fatal. Overtrading muncul ketika frekuensi transaksi terlalu tinggi tanpa setup yang jelas.

Beberapa tanda overtrading:

  • Masuk pasar tanpa konfirmasi sinyal
  • Transaksi berlebihan dalam waktu singkat
  • Meningkatkan lot size secara drastis
  • Mengabaikan analisis teknikal yang matang

Cara menghindarinya sangat sederhana. Tetap disiplin pada rencana awal dan fokus pada kualitas setup.

Gunakan stop loss secara konsisten dalam setiap transaksi. Jangan biarkan kerugian kecil berubah menjadi bencana besar.

Mengabaikan RRR dan Trading Berdasarkan Emosi Semata

Perbandingan risiko dan imbalan sering diabaikan saat tergoda profit cepat. Trader masuk pasar hanya berdasarkan feeling atau rumor.

Akibatnya sangat jelas: kerugian besar dari transaksi yang seharusnya bisa dihindari. Emotional trading membuat keputusan menjadi tidak rasional.

Beberapa contoh perilaku berbahaya:

  • Menambah posisi saat sedang floating loss
  • Memindahkan stop loss lebih jauh
  • Menutup profit terlalu cepat karena takut
  • Mengikuti tren tanpa analisis proper

Solusinya adalah memiliki trading plan yang jelas. Tulis semua aturan sebelum mulai aktivitas hari ini.

Kontrol emosi dengan teknik pernapasan dan istirahat teratur. Jangan trading saat sedang lelah atau stres.

Ingatlah selalu: disiplin adalah kunci sukses jangka panjang. Konsistensi dalam menerapkan prinsip pengendalian dana akan membuahkan hasil.

Kesimpulan: Membangun Disiplin Trading dengan Fondasi Money Management yang Kuat

Perjalanan trading yang sukses dimulai dari pengendalian dana yang tepat. Dua prinsip utama menjadi pondasi penting untuk performa konsisten.

Fokuslah pada rasio yang menguntungkan, bukan frekuensi transaksi. Biarkan sistem bekerja secara alami tanpa campur tangan emosi berlebihan.

Dengan kombinasi solid, Anda tidak perlu selalu profit setiap kali. Namun hasil akhir tetap positif secara keseluruhan.

Kunci utamanya adalah disiplin dan konsistensi. Percaya pada proses yang telah Anda buat dengan matang.

Teruslah belajar dan mengembangkan strategi sesuai pengalaman. Kesuksesan trading benar-benar bisa dicapai dengan pendekatan terukur.

FAQ

Apa itu risk-reward ratio dan mengapa penting dalam trading?

Risk-reward ratio adalah perbandingan antara potensi kerugian dengan keuntungan dalam satu transaksi. Penting karena membantu trader mengontrol eksposur kerugian dan memastikan setiap perdagangan memiliki potensi imbalan yang memadai.

Bagaimana cara menghitung risk-reward ratio dengan mudah?

Hitung selisih antara entry point dan stop loss sebagai risiko, lalu bandingkan dengan selisih target profit dan entry point. Misalnya, risiko 50 pip dan target 100 pip memberikan rasio 1:2.

Apa hubungan antara aturan 2% dan risk-reward ratio?

Aturan 2% membatasi jumlah modal yang dipertaruhkan per transaksi, sementara rasio mengatur potensi keuntungan relatif terhadap kerugian. Kombinasi keduanya melindungi akun dan meningkatkan konsistensi.

Apakah risk-reward ratio yang ideal berbeda untuk setiap gaya trading?

Ya, scalper sering menggunakan rasio rendah seperti 1:1 karena frekuensi transaksi tinggi, sementara swing trader dapat menargetkan 1:3 atau lebih karena holding period lebih panjang.

Bagaimana jika win rate saya rendah, apakah risk-reward ratio masih berguna?

Sangat berguna! Dengan rasio menguntungkan (contoh 1:3), Anda tetap profit meskipun win rate hanya 40%, karena keuntungan per trade menutupi kerugian.

Apa kesalahan umum dalam menerapkan money management?

Kesalahan umum termasuk melanggar batas risiko, mengabaikan rasio, dan trading emosional. Disiplin dalam stop loss dan position sizing adalah kunci menghindari hal ini.
Scroll to Top